
Akselerasi Produksi Lokal BYD: Kejar Target TKDN 60 Persen dan Perakitan Baterai
05 Oktober 2026 • @digital.yanginibeda
Memasuki babak baru pasca beroperasinya pabrik manufaktur di Subang, PT BYD Motor Indonesia kini fokus memperdalam struktur industri otomotif nasional melalui peningkatan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Setelah berhasil memenuhi ambang batas minimum TKDN sebesar 40 persen untuk model rakitan lokal seperti BYD M6 EV, M6 DM, dan Atto 1, perusahaan kini memasang target lanjutan untuk mencapai standar kandungan lokal 60 persen pada tahun 2027 sesuai peta jalan regulasi pemerintah.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa kedalaman industri manufaktur lokal merupakan prioritas utama. Guna mencapai target ambisius tersebut, BYD menyiapkan rencana strategis untuk membangun fasilitas perakitan modul baterai (battery pack assembly) langsung di Indonesia. Langkah ini menjadi elemen krusial mengingat komponen baterai dan sistem manajemen daya merupakan komponen bernilai tambah tertinggi dalam rantai manufaktur kendaraan listrik murni.
Hingga saat ini, ekosistem produksi BYD di Indonesia telah menggandeng lebih dari 200 mitra rantai pasok komponen domestik dan menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal. Data asosiasi Gaikindo mencatat tren volume produksi yang terus meningkat secara konsisten setiap bulannya. Melalui penguatan kemitraan vendor komponen lokal dan penguasaan teknologi manufaktur baterai, BYD optimistis mampu menyajikan produk kendaraan listrik berkualitas tinggi dengan harga yang semakin kompetitif bagi masyarakat luas.




